Desa/Kelurahan Karang Jaya atau dulunya Dusun Tanah Tenggi Ari mempunyai banyak tradisi atau kebiasaan yang di lakukan masyarakat seperti Sedekah Bidusun atau sedekah Berseh dusun (Sedekah Adat), Acara ini dilaksankan setahun sekali dan biasa ada perayaan semacam Pesta diiringi pemotongan Kerbau, sebelum tahun lebih kurang tahun 1997 kebawah tradisi-tradisi seperti perayaan diiringi pemotongan kerbau akan tetapi sekarang tradisi itu tidak berjalan lagi karena sudah perubahan zaman, dan kurang kekompakan masyarakat Karang Jaya dan untuk pemberitahuan bahwa adanya acara sedekah adat (berseh dusun) diumumkan melalui membuat media Pentungan yang terbuat dari tembaga (kuningan) bentuknya seperti Gong tapi kecil, dan untuk orang yang bertugas memberitahukan informasi ialah yang ditunjuk oleh ketua Adat, dengan kalimat "Jago3x.......... ade Parentah deri Penggawo bahwa hari, tanggal, tahun sekian kita nak ade Sedekah Bidusun". Sedekah adat diiringi dengan memasak LEMANG dan JUEDAH (Dodol). syarat untuk berseh dusun untuk membuat Lemang dan Juediah tidak dilaksanakan secara bersamaan untuk masyarakat misalnya ketika tahun ini masyarakat dianjurkan untuk memasak salah satu dari Lemang dan Juediah yang di tetapkan oleh ketua adat (Panggawo). dan untuk Panggawo sendiri diharuskan untuk melakukan pembuatan Lemang dan Juediah.
- LEMANG.
Lemang adalah Suatu Makanan Khas Desa Karang Jaya yang terbuat dari beras ketan atau Pulut. dan untuk pembuatan Lemang ini berbeda ditempat lain kalau ditempat lain banyak memasaknya dengan menggunkan panci yang besar kalau Karang jaya menggunkan Kayu bakar seperti Pohon Karet yang kering, untuk daerah Belide khususnya bahan untuk memasak Lemang menggunkan Kayu-kayu.bahan yang perlu disiapin :
1. Bambu
Bahan Bambu ini bukan yang muda dan bambu yang sudah tua akan tetapi yang ditengah umuran yang tua dan muda (sedang-sedang saja) dengan ukuran kurang lebih 1,5 meter setiap Bambu (Buloh) kemudian bambu tersebut dibersihkan, kalau tradisi orang dusun karang jaya Bambu tersebut dibersihkan di Sungai dengan dibantu peralatan lainnya.
2. Daun Pisang
Gunanya untuk membukus pulut ketika pulut dimasukan kedalam Bambu.
3. Beras Ketan (Pulut).
4. Air kelapa yang sudah di parut (ayek Pati besa dusun Karang Jeya)
5. Kayu-kayu yang kering guna untuk memasak Lemang tersebut
6. Korek Api (Kosetan, Pamancek)
7. Ban, Minyak Tanah (minyak lampu).
LEMANG
JUEDIAH (DODOL)
Setelah pembuatan Lemang dan Juediah masyarkat memberikan kepada Panggowo dengan jumlah satu Lemang satu orang, dan juediah satu daun (deun beru) tujuannya untuk meminta dido'akan supaya riski orang lancar.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar